Wednesday, September 21, 2016

Sumber: stridec.com
Dia lebih dahulu jualan online. Saya akui dia hebat. Setiap apa yang diposting pasti laku. Sehingga semuanya dijual.

Bahkan dia menjadi inspirasi buat saya ikut terjun dalam dunia internet marketing.

Saya memang suka dunia maya. Tapi bukan untuk jualan. Cuma otak-atik blog atau sekadar tengok-tengok FB. Males juga bikin status.

Terus kata temenku yang lain. "Mending buat jualan saja FB-nya. Daripada habisin kuota tapi gak hasilin duit. Tu si Fulan sukses jualan di Fb." Ia memotifasi saya.

Saya jadi mikir. Benar juga apa kata temenku yang satu ini. Akhirnya coba-coba posting produk. Sama seperti temenku yang pertama tadi. Yang penting bisa dijual, ya diposting.

Terus mulai rajin add orang. Gak tahu mana target mana yang bukan. Add saja. Beres.

Di tengah perjalanan saya mikir. Kalau semuanya dijual, dong sama saja kayak saya jualan serabutan. Meski jago. Tapi produk tetap harus ditentukan. Fokus.

Akhirnya, karena yang closing pertama kali adalah produk Mutiara Lombok, saya pun memutuskan untuk fokus di produk ini.

Waktu pun berlalu. Tetap saya geluti. Dengan berbagai suka duka yang masih terngiang di kepala. Tak akan terhapus. Setiap inchi memori pengalaman di masa lalu. Kusimpan apik dalam space memori yang cukup besar. Sebagai sejarah mengawali karir bisnis saya.

Singkat cerita, sekarang saya sudah jadi produsen. Tak lagi sebatas reseller. Sementara teman saya yang hebat tadi, masih saja seperti dulu. Serabutan.

Maka, fokus itu penting. "Karena orang besar, hanya fokus di satu bidang." Itu salah satu pesan dari partner bisnisku saat masih bujang dulu.

Maka dokter spesialis, tentu lebih hebat dari dokter umum. Padahal ia hanya mengusai satu bidang.

Masih belum siap fokus?

Coretan Dzaky . 2017 Copyright. All rights reserved. | Designed by Blogger Template