Thursday, September 29, 2016

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dengan sanad yang lemah, suatu ketika Hudzaifah Al-Yamani mengadu kepada Rasulullah. Tentang lisannya yang kasar terhadap keluarganya. ia merasa takut, jika kelak ia masuk neraka disebabkan kekasaran lisannya itu.

Rasulullah pun menimpali, “Mana istighfarmu, wahai Hudzaifah? Sesungguhnya aku selalu beristigfar kepada Allah setiap hari sebanyak 100 kali dan aku juga bertaubat kepada-Nya.” 

Dalam kesempatan lain, Ibnu Katsir meneceritakan tentang tamu-tamu Hasan Al-Bashri. salah seorang datang kepadanya dengan mengeluhkan tanahnya yg kering kerontang, lalu beliau menjawab, "Banyak-banyaklah istighfar kepada Allah."

Lantas datang lagi tamu yang kedua yang mengeluhkan kemiskinan, lalu ia kembali menjawab, "Banyak-banyaklah istighfar kepada Allah."

Dan ternyata, ketika datang tamu berikutnya yang minta dido'akan agar dikaruniai keturunan, beliau menjawab, "Banyak-banyaklah istighfar kepada Allah."

Yang terakhir, datang seseorang dengan mengeluhkan bahwa kebunnya tidak produktif. Beliau pun tetap menjawab, "Banyak-banyaklah istighfar kepada Allah.

Salah satu dari muridnya pun bertanya, "Wahai Hasan mengapa engkau selalu menjawab dengan jawaban yang sama yaitu disuruh beristighfar?"
 
Al-Hasan menjawab, "Aku tidak menjawab dari pendapatku. Aku hanya mengutip firman-Nya, dalam surah Nuh ayat 10 - 12:

“Maka aku katakan kepada mereka: "Mohonlah ampun kepada Rabbmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun" niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.”

Demikianlah hebatnya sebuah istighfar. yang bisa menyelesaikan berbagai masalah hidup dengan hanya dengan satu ucapan. 

Lantas, masihkah diri ini enggan untuk beristighfar?

Mungkin saja, ketika gagal closing selalu menimpa kita. Ternyata karena lidah kelu ini masih malas beristighfar. Sehingga kerap kaku dan kurang nyaman saat berhadapan dengan calon costumernya.

Mungkin saja, ketika karyawan susah diatur. Dan tak loyal dan berdedikasi. Itu karena lidah ini terlalu kaku dan kasar. Sehingga mereka merasa selalu tersakiti.

Mungkin saja, ketika costumer sering PHP terhadap kita. Disebabkan karena kurangnya istighfar. Sehingga rizki yang telah menyapa, akhirnya tak sudi jua menjadi hak sepenuhnya. Hengkang entah kemana. Dan tak jua diberi gantinya.

Mungkin saja, ketika bisnis terasa gersang. Itu karena mulut enggan berucap kata taubat. Di setiap harinya.

Cobalah merefleksi. Seberapa syukur yang pernah terbukti. Dan seberapa kufur yang kerap menjangkiti.

Bermuhasabah sebelum yaumul hisab, adalah anjuran. Seperti yang diperintahkan oleh Umar. Menimbang amal dan dosa di setiap hendak bertemu mimpinya.

Mari beristighfar. Agar hidup lebih hidup!!


 

Coretan Dzaky . 2017 Copyright. All rights reserved. | Designed by Blogger Template