Sumber: www.barantum.com
Ibarat sebuah bangunan, itulah bisnis. Pondasinya adalah marketing, tiangnya adalah keuangan, dindingnya yaitu team dan atapnya berupa sistem. Sedangkan produk, adalah sebidang tanah di mana bangunan itu berdiri.

Maka jika Anda tengah membangun bisnis, pastikan terlebih dahulu bahwa tanah Anda telah memiliki jalan, strategis, kondusif, dan yang pasti bukan tanah sengketa.

Ya. Produk yang Anda jual adalah barang legal. Tidak terlarang secara syar'i maupun konstitusi. Bermanfaat dan diminati banyak orang.

Unique Selling Product (USP) bernilai tinggi. Mampu bersaing di kancah pertarungan. Dan yang pasti, tidak akan mengecewakan pelanggan.

Untuk apa kita repot membangun sistem dan team. Jika ternyata produk yang kita jual tidak memiliki kekuatan. Lemah dan tak bertenaga.

Buat apa selalu menggenjot penjualan, jika ternyata tak ada satu pembelipun yang repeat order. Lantaran kecewa karena produk yang tak berguna.

Apalagi, para komputetitor mematok harga lebih konpetitif. Lebih miring dan bahkan dibanting.
Maka, meriset produk sebelum jualan itu penting. Membuat srandarisasi serta menjafa kualitas kualitas produk itu wajib.

Jangan sampai juga, bagus di awal hancur kemudian. Puas pada pembelian pertama tapi kecewa pada orderan berikutnya. Ini akan lebih membahayakan lagi. Karena kita akan dibilang inkonsisten.
Sudahkah menganalisa produk Anda? Bagaiaman kulaitasnya? Seberapa besar valuenya? Seberapa kuat posisinya?

Jika sudah yakin tidak ada tanda merah buat produk Anda, mulailah membangun.
Jangan sampai saat pondasi mulai berdiri, Anda baru sadar jika di tempat tersebut rawan longsor, sering gempa dan bahkan di sebuah lingkungan yang tidak layak untuk ditempati.

Jangan sampai di kemudian hari Anda menyesal. Lantaran harus legowo untuk berpindah ke produk lain. Lantaran sering diintimidasi oleh kostumer yang patah hati.

Oke. Fiks.