Pagi di Kota Batu Malang
Menikmati malam pertama di Malang memgingatkanku pada kampung halaman. Bagai pinang dibelah dua. Tp sayang tidak sama besar.
Karena bedanya, di sini masih perkotaan dan kampung halaman termasuk prdesaan.
Persamaannya hanya satu, sama-sama dingin. Tapi untungnya, tersedia air hangat di sini.
Tapi kata teman saya, lebih baik mandi air dingin. Karena kalau mandi air hangat, nanti keluarnya malah lebih dingin.
Tapi sebenarnya bukan itu alasannya menurutku. Kata pak Abu kansaa, seorang pakar tibbun nabawi, mandi air dingin lebih bagus daripada air hangat. Karena bisa meregenerasi sel yang sudah rusak. Sehingga kulit tetap kencangn.
Air dingin di sini bukan air normal, tapi yang sudah di dinginkan denfan es.
Seperti seorang doktor di Pakistan, yang selalu madi air dingin. Meski sudah tua kulitnya tetap kencang.
Tapi kataku lagi, memang lebih sehat mandi air dingin. Tapi bagaimanapun lebih enak mandi air hangat. Jadi tinggal pilih, mau yang sehat atau yang enak. Tapi kebanyakan manusia lebih menyukai yang enak daripada yang sehat.
Maka pilihannya, mau yang enak atau yang sehat?