Monday, August 29, 2016

Seandainya malam nanti adalah tidur terakhir Anda, apa kiranya yang hendak diperbuat?

Suatu malam di kampung saya, berkumpullah di salah satu rumah bapak-bapak sambil asyik mengobrol. Namun saat yang lain beranjak, ada salah seorang yang tetap diam. Tak bergeming. Temannya menyangka ia ngantuk dan ketiduran. Dan ternyata, ia sudah meninggal.

Suatu sore, salah seorang keluarga saya tengah duduk di kursi sambil menyenderkan kepalanya di jendela. Anak dan istrinya menyangkanya sedang istirahat karena kelelahan. Saat anaknya menghampiri, ia pun histeris. Ternyata ayahnya sudah pergi menghadap Rabbnya.

Masih di kampung saya, seorang anak khawatir karena ayahnya tidak pulang dari sawahnya lebih dari dua hari. Ia menyangka ayahnya menginap di sawah lantaran jarak yang lumayan jauh. Saat sang anak mengantar makanan, ternyata ayahnya sudah terbujur kaku di sawah. Tubuhnya sudah mulai bengkak. Ia telah pergi menemui Rabbnya. Tanpa ada yang mengetahuinya.

Siang itu saya tengah di kantor. Saat menelepon untuk mengkonfirmasi sesuatu, saya malah diberi kabar yang mengagetkan. Teman saya yang sehari sebelumnya sempat menawarkan nasi goreng racikannya. Sudah meninggal. Saat itu ia tengah menunggu barang dagangannya sambil duduk di salah satu besi pagar samping trotoar. Seketika ia tersungkur. Kepalanya membentur lantai. Ia pingsan. Saat sampai di rumah sakit, ternyata ia tak lagi bernyawa.

Teman karib saya yang pernah mengobati saya saat kecelakaan, juga menemui ajal dengan tanpa diduga. Pagi itu, sang istri membangunkannya untuk shalat Shubuh. Tapi tak seperti biasa, ia tak menghiraukannya. Beberapa kali diingatkan, ia tak bergeming. Membisu. Ia dalam posisi tengkurap. Dengan tangan memegang dadanya. Ia menemui Rabnya saat tidur lelapnya.

Usai main futsal, teman saya sempoyongan. Jatuh tersungkur. Seketika ia pingsan. Temannya segera membopong ke rumah sakit. Tapi naas, ia tak lagi bernafas. Denyut nadianya tak teraba. Lenyap.

Itulah ajal. Yang datang tak mengenal waktu dan umur. Tak juga meminta izin. Meski berada di dalam dinding yang kokoh. Tak akan mampu menghalangi sang malakul maut mencabut nyawa seorang hamba.

#SungguhAjalBegituDekat

Coretan Dzaky . 2017 Copyright. All rights reserved. | Designed by Blogger Template