Friday, April 1, 2016

Kemarin, saya bersama istri mengurus ATM yg sempat tertelan mesin. Hem...lama isi form sambil orak-arek dan tanda tangan kami sempatkan mengobrol dengan CS. Terkait tentang bisnis yang kami jalankan.

Dan pada akhirnya, kami disuruh menyebutkan 5 transaksi terakhir. Tapi karena kami membaca pada daftar mutasi di internet banking, jadi yang saya sebutkan transaksi terakhir yang nongol dalam daftar. Dan karena sudah dua minggu baru diurus, jadi cuma kredit saja yang disebutkan. 

Hemm..lumayan. Sehari ada skitar tiga kali uang masuk. Mungkin sang CS berfikir, sasaran empuk buat dijadikan mangsa. Ia mencoba menawarkan program asuransi. Tapi ia hanya bilang program tabungan pendidikan.

Mungkin karena asuransi terlalu mainstream dan malah terkesan momok bagi sebagian orang. Berbagai iming-iming ia tawarkan. Dari program subsidi kesehatan berupa tunjangan rawat inap, juga keuntungan bunga yang berlipat-lipat dibanding tabungam biasa.

Kami cuma bilang, nanti saja. Kami Akan bicarakan dulu. Walau sebenarnya itu hanya penolakan halus. Tapi tak mau kalah. Ia Setengan memaksa.

Ia pun meminta KTP dan nama anak saya serta tanggal lahirnya. Dia bilang nanti diterangkan skemanya sama temennya. Biar lebih jelas. Tapi menurutku, "biar lebih tergiur".

Coba bayangkan, bagaimana tidak menggiurkan. Dengan setoran 500/bulan selama 10 tahun, yang seharusnya uang kita terkumpul 60jt, tapi bisa cair 300 juta. Wooww... belum lagi ditambah tunjangan kematian atau tunjangan kesakitan. Bagaimana tidak menggiurkan.

Tapi saya ingat ulasan yang disampaikan oleh Pak Saptuari, itu hanya iming-iming ilusi. Nyatanya, ia tidak bisa mencairkan semua uangnya saat ia mencoba berhenti dari cengkeramannya.

"Ini orang maksa banget. Atau saya ceramahin saja ya." Pikirku dalam hati. Tapi untungnya, setelah kami pusing mendengar iming-iming yang diterangkan hampir satu jam, ia pun merelakan kami untuk tidak mengikutinya.

"Sekarang belum bisa, kalau kami mau nanti akan kami hubungi lagi." Demikian saya beralibi.

Saya berfikir itu seperti asuransi, dan ternyata benar. Setelah sampai di rumah saya baca kop ilustrasinya ternyara memang program asuransi.

Hemm... kenapa tadi bilang cuma tabungan pendidikan. Tanpa menyertakan kata asuransi.

‪#‎ribamemangmenggiurkan‬
‪#‎terlihatsurgahakikatnyaneraka‬
‪#‎awasjerat2riba‬

Coretan Dzaky . 2017 Copyright. All rights reserved. | Designed by Blogger Template