Friday, March 24, 2017

Malam yang dingin. Ditemani rintikan hujan yang membasahi jalan dan trotoar. Malam ini, aku terobos gerimis menuju Jne Karang Sukun.

Kutarik gas motor pelan. Sambil menikmati gemerlap lampu kendaraan yang berkejaran. Juga lampu taman di pinggir-pinggir jalan.

Sebuah pemandangan yang kerap kutemui di siang hari, ternyata tersapa juga di malam hari. Yang membuat hati terenyuh. Memaksa untuk mensyukuri nikmat-Nya.

Bagi sebagian orang, malam seperti ini adalah untuk beristirahat. Bercengkerama bersama keluarga. bercanda tawa dalam uphoria.

Tapi baginya, rintik hujan tak jadi alasan untuk mengais rizki. Sebatas untuk sebungkus nasi.
Masihkah diri ini enggan besyukur. saat menyaksikan pemandangan yang menyayat hati.

Ia. Ibarat burung yang keluar pagi dengan harapan pulang membawa kenyang. Meski ia tak tahu, diamana ia akan mendapatkannya. Dan seberapa banyak yang akan menyambanginya.

Ia. Hanya mampu yakin dan berserah. Meski belum tentu mendapat rupiah, tapi lebih mengutamakan keridhaan Sang Pemurah.

Kita masihlah perkasa. Akankah hendak bermalas diri, untuk menjemput rizki-Nya.
Lihatlah, ia sudah renta. Enggan untuk meminta-minta. demi kehormatan dirinya.

"Maka, nikmat Rabbmu yang manakah yang kamu dustakan?"

Coretan Dzaky . 2017 Copyright. All rights reserved. | Designed by Blogger Template