Berbisnis Tanpa Ilmu
![]() |
| Sumber: gurusekolah.co.id |
Bahkan, beberapa kenalan saya, pernah ditawari coaching gratis untuk pendampingan malah gak tertarik. Sementara yang sudah sekali enggan untuk melanjutkan.
"Nambah beban." Katanya. Merasa dipaksa karena harus mengejar goal hasil coaching.
Yang semangat ikut coaching, bingung saat dibredel pertanyaan dari sang Coach. Nggak punya ilmunya. Bingung mau jawab apa. Cuma muter-muter saja. Ditanya terobosan marketeing baru agar keluar dari zona persaingan malah bingung. Nggak pernah baca-bca ilmu merketing soalnya.
"Nambah beban." Katanya. Merasa dipaksa karena harus mengejar goal hasil coaching.
Yang semangat ikut coaching, bingung saat dibredel pertanyaan dari sang Coach. Nggak punya ilmunya. Bingung mau jawab apa. Cuma muter-muter saja. Ditanya terobosan marketeing baru agar keluar dari zona persaingan malah bingung. Nggak pernah baca-bca ilmu merketing soalnya.
Pengalaman saya, ketika nggak punya ilmu saat berbisnis, seperti sedang main-main. Merasa sudah hebat padahal belum ada apa-apanya. merasa sudah benar padahal salah semua. Sekali kena hempasan ombak langsung karam. Nggak punya ilmu bermanufer.
Saat kalah saing, bilangnya kompetitor curang.
Saat penjualan menurun, katanya pasar lesu.
Saat bangkrut, katanya sudah nggak cocok dibisniskan.
Padahal, semua karena nggak punya ilmu bagaimana memenangkan persaingan. Nggak punya strategi mendobrak pasar. Dan nggak tahu cara bangun dari kesalahan.
Berbisnis tanpa ilmu, ibarat kita berlayar tanpa tahu arah. Berjalan dalam kegelapan tanpa cahaya. Skill dan pengalaman saja tidak cukup. perlu ilmu agar tahu jalan menuju hasil yang diinginkan.
Saat kalah saing, bilangnya kompetitor curang.
Saat penjualan menurun, katanya pasar lesu.
Saat bangkrut, katanya sudah nggak cocok dibisniskan.
Padahal, semua karena nggak punya ilmu bagaimana memenangkan persaingan. Nggak punya strategi mendobrak pasar. Dan nggak tahu cara bangun dari kesalahan.
Berbisnis tanpa ilmu, ibarat kita berlayar tanpa tahu arah. Berjalan dalam kegelapan tanpa cahaya. Skill dan pengalaman saja tidak cukup. perlu ilmu agar tahu jalan menuju hasil yang diinginkan.
Bukankah ketika kita hendak mengimani Allah juga disuruh berilmu dulu? Fa'lam annahu laailaha illallah, Ketahuilah bahwa tidak ada ilah yang ebrhak disembah kecuali Allah. Yang itu artinya, dalam segala hal kita harus memiliki ilmunya.
Maka belajarlah, agar bisnis semakin terarah dan bisa mencapai tujuan dengan selamat.
Bukan hanya menjadi pecundang!!
