Umat
Kata Rasulullah, "Bukan dari golonganku orang yang tidak mau memperhatikan urusan kaum muslimin."
Mengingat-ingat hadits tersebut, saya mencoba untuk merenunginya. Mencoba mengejawantahkan dalam jiwa dan raga. Karena saya tidak mau dicap bukan golongan umatnya.
Lantas akan menjadi golongan Nabi yang mana lagi, sementara beliau adalah Sang Penutup para Nabi. Hal itulah yang terkadang membuat bulu kuduk ini merinding.
Hadits tersebut saya dapatkan saat saya masih menimba ilmu di salah satu pondok di Jepara. Al-Muttaqin Boarding School, begitu yang tertulis di plang samping gerbang utama.
Namun saya bertanya-tanya saat itu, seperti apakah pengaplikasiannya? Pertanyaan itu pun bergelayut dalam relung hati hingga akhir studiku di pondok tersebut. Pondok mewah, kata yang lain. Mepet Sawah, itulah yang sebenarnya.
Usai studi, saya mendapat jatah Ngabdi di Lombok. Jauh nian. Begitu saya membatin. Tapi saya bersyukur karena itu artinya, saya akan lebih berkembang. Di daerah nun jauh dari peraduan.
Pada tanggal 21 Juni 2007, saya tapakkan pertama kali kaki saya di daratan Lombok. Setelah perjalanan hampir 30 jam dari Jepara. Lelah. Tapi nikmat saya rasa.
Lalu saya pun berfikir, mungkin ini yang dimaksud dalam hadits tadi. Saya harus berjibaku dalam perjuangan di tengah umat. Secara tidak sadar, saya dipaksa untuk mengaplikasikannya. Saya kemudian tercenung, mencoba menasehati diri. Sehingga teringat sebuah ayat, "Manakah ucapan yang lebih baik dari siapa yang menyeru kepada Allah dan Rasul-Nya, beramal shalih, dan kemudian mengatakan, sesungguhnya saya termasuk dari orang-orang muslim."
Tapakkan kaki ini pun semakin kuat. Meski tantangan semakin mendekat. Dan hari ini, ya hari ini. Saya pun berani mengatakan bahwa saya, dengan semampu jiwa dan raga saya, saya sudah mengaplikasikan hadits tersebut.
Selama saya di Lombok, dan ini yang ketujuhkalinya, saya dan rekan-rekan telah berusaha menjadi salah satu yang rela berkorban waktu dan tenaga. Semata demi terlaksananya program yang telah dicanangkan. Programnya simpel saja, menghimpun dana dari para aghniya' kemudian disalurkan ke para yatim dam dhuafa'. Dalam tema, Berbagi Cita Bersama Yatim dan Dhuafa'. Yang dikemas kedalam program Ramadhan Peduli Sesama.
Alhamdulillah, meski mengalami penurunan jumlah paket yang kami himpun. Tapi paling tidak, kami sudah membantu menyembulakn senyum mereka. Untuk menyambut hari raya.