Misteri Al-Harom
Al-Harom (dengan ha' dada) atau penyakit tua. Ia adalah sebuah misteri. Kedatangannya tak dapat diprediksi. Penyebabnya juga tak bisa diantisipasi. Tapi yang pasti, ia adalah penyakit yang tak bisa disembuhkan. Secanggih apapun alat terapinya, seampuh apapun obatnya dan sehebat apapun dokternya.
Mungkin lebih tepat bukan disebut dengan penyakit tua. Tapi penyakit pengantar ajal. Karena ia akan menyapa siapa saja yang dikehendaki oleh-Nya. Tak mengenal usia. Ibarat buah kelapa, ia bisa menaggalkan bunganya, degannya maupun yang sudah tua.
Ia bak sebuah keranda, yang mengantarkan manusia di akhir hayatnya menuju peraduan berikutnya.
#Inilah Al-Harom
Ia datang tak mesti membuat komplikasi. Bahkan tusukan jarum pun bisa memicunya.
Seperti tetangggaku yang tangannya tertusuk besi pagar, saat melempar sampah. Namun akhirnya pergi lantaran memicu tetanus. Ia tak tertolong.
Padahal di sana, ada yg tertusuk paku hingga tembus pun bisa sembuh. Meski hanya dibalut kain.
#Inilah Al-Harom
Ia terkadang menghampiri dengan penyakit terkesan ringan tapi berefek rentan. Hingga terkadang ia diremehkan padahal sangat membahayakan.
Seperti anak saya yang berumur 10 bulan. Awalnya ia hanya terdiagnosa gangguan pencernaan. Tapi ternyata terkena radang di otaknya. Hingga Alloh menjemputnya. Di usianya yang masih batita.
Padahal sebelumnya, ada yang bisa terobati. Setelah dirawat beberapa hari.
#Inilah Al-Harom
Yang dokter pun terkadang tak mampu mendiagnosa. Padahal dibantu dengan alat yang serba ada.
Seperti istri temanku yang beberapa hari terkena diare. Lantas ia harus menjalani opname. Hingga akhirnya dirujuk ke rumah sakit yang lebih memungkinkan. Namun juga sang dokter tak mampu menyimpulkan. Meski lebih berpengalaman. Dan ternyata Alloh menghendakinya untuk segera menemui-Nya.
Padahal pada kesempatan yang sama, istri temanku akhirnya bisa diselamatkan. Meski beberapa kali tak sadarkan diri. Karena kista yang menjangkiti.
Yang lebih mengerikan lagi, ternyata saat dioperasi ada penyakit lain yang menyertai. Usus buntunya pecah. Karena telah bernanah. kemudian mengotori organ di sekitarnya. Hingga pengangkaran kista pun tertunda. Karena harus menangani penyakit yang menyertainya.
Maka jangan sampai berandai-andai. Atau menyalahkan diri tatkala datang masa di mana ia pergi untuk selamanya. Karena hal itu akan membuka pintu syaithon. Sementara taqdir, terlebih tetkait usia, tak mungkin salah penetapannya.
Dan yakinlah, bahwa setiap taqdir yang telah ditetapkan mengenainya pasti akan menimpa. Meski telah berusaha menghindarinya. Dan taqdir yang telah ditetapkan untuk luput darinya, pasti tidak akan menyapa. Meski terkadang telah seperti telur di ujung tanduk. Hampir saja.
Seperti Al-Harom, pasti akan menimpa jika pena telah terangkat. Dan palu telah terketuk.
Pertanyaannya, sudahkan kita mempersiapkan diri untuk menyambut kedatangannya? Semoga!!