Friday, July 15, 2016

Entah sejak kapan ia seperti itu. Biasanya ketika beli baju baru, ia paling sesekali euphoria. Sesekali mencoba, lantas mengembalikannya di tempat semula.
Tapi kali ini, ia berusaha mengenakannya. Lalu berjalan menghampiri kita.
"Udah pas kan abi? Nggak kepanjangan kan?" Pertanyaan itu selalu saja diulang. Ia masih belum puas dengan jawaban yang kami berikan.
Terlebih sang bunda selalu memberi jawaban yang tidak sesuai dengan keinginan.
"Masih kepanjangan. Tunggu kak Ana besar dulu."
Ia termasuk tipikal yang keras pendirian. Tidak mau menyerah begitu saja. Sebelum mendapat jawaban sesuai keinginan.
Beberapa kali ia mengambil baju gamis pinknya. Ia kenakan tanpa jilbab. Kembali menyapa. Masih dengan pertanyaan yang sama.
"Sudah pas kan abi?"
Sepertinya ia tengah memaksa. Agar saya sependapat dengannya. Ia enggan bertanya sama bundanya. Karena tak pernah memberikan jawab yang dikehendaki.
Dan pada akhirnya kami pun takluk juga. Kegigihannya membuahkan hasil.
"Ia sudah pas. Besok kita pakai buat ke Pusda."
Ia pun sumpringah. Bukan karena telah mendapatkan jawaban yang diinginkan. Bukan. Tapi kata terakhirlahlah yang membuatnya kegirangan.
Ya. PUSDA. Kata itu memang selalu terngiang di kepalanya. Karena di sana ia akan disuguhi berbagai buku cerita. Buku sain tentang hewan juga salah satu primadonanya. Ia cinta buku. Sangat cinta buku.
Mungkin seperti bundanya. Yang juga suka melahap buku apa saja. Bahkan ketika hamil, ketika mengandungnya, sempat melahap semua buku Dan Brown yang tergeletak di rak-rak Puskot Mataram. Saya pun harus menyisihkan waktu sekadar menyambanginya untuk menukar buku.
Dan stimulus ketika hamil itu, menjalar ke urat-urat nadi. Dibawa oleh NDA warisan bundanya.
Terbukti sekarang. Ia tak bisa jauh dari sebuah buku. Terkadang sang bunda sempat kesal, karena sebelum tidur ia masih sempat memboyong bukunya ke atas dipan. Menyodorkan pada saya atau bundanya. Agar membacakan kisah yang ada di dalamnya.
Kerap kali sang bunda membaca sekedar untuk memenuhi keinginannya. Sebagai penggugur syarat. Namun ia terlalu teliti. Ia tahu jika ada kisah yang terlompati. Ia juga tahu jika membaca kisahnya serampangan. Karena sebenarnya ia sudah hafal isi cerita yang ada di buku tersebut.
Saya pun mengaku kalah. Ya saya kalah. Akan kecintaan pada sebuah buku.

Coretan Dzaky . 2017 Copyright. All rights reserved. | Designed by Blogger Template