Thursday, May 19, 2016

Seandainya setiap oksigen yang terhirup setiap hari Allah minta ganti dengan nota kontan, mampukah membayarnya? Sementara yang hanya beberapa tabung saja saat di rumah sakit sempat mengeluhkannya.
#Maka, nikmat Allah yang mana lagi yang hendak kamu dustakan?
Seandaianya setiap darah yang disaring oleh ginjal Allah tagih dengan nilai uang, beranikah bertaruh harga? Sementara tatkala Allah hentikan kerja ginjal, sungguh telah menguras uang. Karena harus mencuci darah setiap dua kali seminggu di rumah sakit dengan nilai jutaan.
#Maka, nikmat Allah yang mana lagi yang hendak kamu dustakan?
Seandainya setiap respon saraf yang Allah berikan harus dinilai tagihan, berapakah yang harus dikeluarkan untuk membayarnya? Sementara saat terserang stroke, sungguh uang tak lagi difikirkan. Demi sebuah kesembuhan.
#Maka, nikmat Allah yang mana lagi yang hendak kamu dustakan?
Seandainya gendang telinga Allah sewakan dengan membayar setiap getaran suara yang terindera, siapakah yang mampu bayar selama kurun waktu nyawa di kandung badan? Sementara saat berkunjung ke dokter spesialis THT harus mengeluarkan ratusan. Padahal hanya sebatas menghilangkan sumbatan.
#Maka, nikmat Allah yang mana lagi yang hendak kamu dustakan?
Dan seandainya setiap anggota badan dan organ kita diganti dengan uang, siapakah yang berani menerima taruhan?
Pernahkah kita bertandang ke rumah sakit? Lantas menyaksikan korban kecelakaan yang harus mengeluarkan jutaan, hanya untuk organ atau anggota badannya yang harus diselamatkan?
Masih ingatkah tatkala hasan Al- Basri menerima keluhan seseorang? Yang mana ia mengadukan akan nikmat yang selama ini tidak didapatkan. Lantas sang Imam menawar organ demi organnya dengan nilai jutaan. Namun tetap saja ia menggeleng. Tetap menolak. Lantas Hasan Al-Basri berujar, "Saya lihat banyak sekali nikmat yang kamu miliki. Kenapa masih saja kamu ingkari?"
Atau pernahkah membaca kisah seorang syaikh yang menangis saat diberi nota tagihan. Oleh rumah sakit tempatnya ia berobat. Saat ditanya penyebabnya, sungguh mencengangkan. "Selama ini saya menikmati pendengaran saya yang diberikan oleh Allah. Namun ia tak pernah memberiku nota tagihan."
Maka, nikmat Allah yang mana lagi yang hendak didustakan?

2 comments

Benar, jadi teringat kembali bahwa kita hanya boleh bersyukur,.... dan bersyukur.....ACADEMIC IND

REPLY

Coretan Dzaky . 2017 Copyright. All rights reserved. | Designed by Blogger Template