Thursday, October 20, 2016

Sumber: eticaret.com
Mungkin kita kesal. Karena di PHP-in. Sudah minta norek. Malah kabur. Sudah deal, tapi gak ada kabar.

Atau mungkin. Nanya doang banyak sekali tapi gak closing-closing. Punya suplayer yang selalu telat nyiapin orderan. Bahkan kulaitas produk sering gak memuaskan.

Itulah lika-liku jualan online. Jempol karatan belum tentu dapat jutaan. Kuota kehabisan belum tentu juga closingan.

Rekening mlompong sudah mingguan. Padahal setiap status gak pernah lengang dari komentar dan pertanyaan. Bahkan like ribuan.

Itulah tantangan. Setiap bisnis memang penuh aral. Sebenarnya simpel saja. Untuk memilah siapa pedagang siapa pecundang. Siapa yang tetap bersyukur dan siapa yang akan kufur.

Yang terpenting. Jangan jadi olshoper penggunjing. Ya. Olshoper penggunjing.
Dikit-dikit nyetatus. Kalau gak puas dengan suplayernya. Bla bla bla.

Nyetatus ngambek di-PHP-in. Sampai chatingnya discreenshoot.

Nyetatus kesel sama costumer yang suka nanya doang. Gak juga beli. Giliran order di tempat lain.

Nyetatus kesel karena suka telat transfer tapi minta cepet dikirim.

Dan sebagainya.

Cukuplah kita yang tahu akan hal itu. Nggak perlulah aib tersebut dishare di khalayak. Itu namanya menggunjing. Ghibah. Dosa.

Dan juga. Hal itu akan menunjukan brand olshop kita. OLSHOP PENGGUNJING.

Masihkah ingin jadi olshop penggunjing?

Silahkan direnungkan.

Coretan Dzaky . 2017 Copyright. All rights reserved. | Designed by Blogger Template