Dua Jam VS Lima Jam Setengah
![]() |
| Sumber: nu.or.id |
Dua jam mendapat siraman rohani yang luar biasa menggugah. Agar tetap komitmen dalam kancah dak'wah.
Totalitas untuk Islam. Tidak setengah-setengah. Setengah niat untuk dunia dan setengah niat untuk Alloh. Karena Alloh Maha Pencemburu. Tidak suka diduakan.
Kita juga dituntut
untuk bersikap. Agar menjadi mukmin sejati. Yang tidak suka
bergonta-ganti agama tanpa disadari. Karena perbuatannya yang setengah
hati.
Hari ini.
Lima jam setengah bergelut mengurus dunia. Pergi ke pengrajin emas. Belanja bahan. Cetak sertifikat. Kirim barang. Dan pulang bawa oleh-oleh risoles. Tapi sayang, si Rana gak suka katanya. Dia memang pemilih makanan.
Malam ini. Jadwal bertemu dengan para remaja SMA. Untuk ta'limul Islam. Dan mereka lebih suka dunia romansa. Yang sarat pura-pura. Tapi saya arahkan, agar fitrah mulia itu tetap berada di jalurnya.
Berbeda dengan tadi malam. Saat bersama para mahasiswa. Dunia romansa tak lagi asyik ribicarakan. Basi. Tapi saat menyingguk duania akhwat, antusiasme berubah. Bahkan kantuk pun hilang.
Saat menyinggung kaida syaithon, tipu daya setan yang lemah, mereka hanya manggut-manggut. Tapi ketikan berbicara kaidakunna aadziim. bahwa tipudaya akhwat itu mengerikan, mereka meringis. Terkekeh. Mereka baru menyadari, tipu daya wanita mememang dahsyat. Sedahsyat godaan akhwat yang berada di kampusnya.
Hemmm... penuh warna.
Nanti malem, lanjut rakit mutiara. Ada beberapa desain gelang yang mau saya luncurkan.
Semoga tidak ngantuk duluan. Aamiin.
Itu seberkas kisah hari ini.
Hari ini.
Lima jam setengah bergelut mengurus dunia. Pergi ke pengrajin emas. Belanja bahan. Cetak sertifikat. Kirim barang. Dan pulang bawa oleh-oleh risoles. Tapi sayang, si Rana gak suka katanya. Dia memang pemilih makanan.
Malam ini. Jadwal bertemu dengan para remaja SMA. Untuk ta'limul Islam. Dan mereka lebih suka dunia romansa. Yang sarat pura-pura. Tapi saya arahkan, agar fitrah mulia itu tetap berada di jalurnya.
Berbeda dengan tadi malam. Saat bersama para mahasiswa. Dunia romansa tak lagi asyik ribicarakan. Basi. Tapi saat menyingguk duania akhwat, antusiasme berubah. Bahkan kantuk pun hilang.
Saat menyinggung kaida syaithon, tipu daya setan yang lemah, mereka hanya manggut-manggut. Tapi ketikan berbicara kaidakunna aadziim. bahwa tipudaya akhwat itu mengerikan, mereka meringis. Terkekeh. Mereka baru menyadari, tipu daya wanita mememang dahsyat. Sedahsyat godaan akhwat yang berada di kampusnya.
Hemmm... penuh warna.
Nanti malem, lanjut rakit mutiara. Ada beberapa desain gelang yang mau saya luncurkan.
Semoga tidak ngantuk duluan. Aamiin.
Itu seberkas kisah hari ini.
