Jangan Terkecoh Penampilan
![]() |
| Sumber: muslim.or.id |
Cerita temenku, saat berkumpul dengan jama'ah masjid tempatnya tugas ia mendapatkan cerita menarik. Suatu ketika ada seorang jama'ah berpenampilan sangat myakinkan.
Jenggotnya yang klimis dan tertata, gamisnya yang mnjuntai dan licin. Serta kopiahnya yang nyentrik. sangat meyakinkan jika ia seorang ustadz yang memiliki ilmu dien yang mumpuni.
Maka jama'ah yang biasa jadi imam pun minder. sehingga ia harus mempersilahkannya untuk berdiri paling depan. Roka'at pertama dan kedua semakin menambah yakin jika ia seprang yang faham agama.
Tapi akhirnya, keyakinan itu hilang bersama tragedi di tahyat pertama. Karena tiba-tiba sang imam menghadap ke belakang sambil mengankat jempilnya. "Sipp!!" Demikian sepucuk suara yang meluncur di antara dua bibirnya.
Sontak saja seluruh jama'ah gaduh. lantas membatalkan shalatnya. Telisik punya telisik, ternyata ia orang gila. maka kata salah satu jama'ah yang bercerita tadi, "Saya trauma jika melihat orang yang pakai gamis. gak berani menyuruhnya menjadi imam."
maka pesan saya, "Jangan mudah terkecoh dengan penampilan."
Dalam kesempatan lain, saya juga mendapat cerita dari seorang teman. salah satu tetangganya sempat diomelin sang istri dan terpaksa harus pindah rumah.
Singkat cerita, suatu saat ada seorang pemulung lewat di rumahnya. dan tak sengaja terjadilah sebuah obrolan. yang pada intinya ia meremehkan sang pemulung tadi.
Katanya, " Kalau bapak berani beli rumah saya 70juta pada detik ini juga, saya akan berikan rumah ini kepada bapak."
ia berfikir, gak mungkin seorang pemulung itu mampu membeli rumahnya. meski jauh dari harga standar.
tapi ternyata, sang pemulung itu mengiyakan. "oke pak. tunggu yasaya ambil uang dulu." katanya optimis dan sumpringah.
ia pun langsung ke bank. membobol rekeningnya. sang pemilik rumah masih belum percaya. tapi beberapa jam kemudian, segepok uang senilai 70juta diserahkan.
telusur punya telusur, sang pemulung baru saja mendapat uang warisan senilai 300 juta. pasalnya tanah warisan satu-satunya yang ia miliki di Kalimantan dikuasai oleh bibinya. sehingga ia tidak mendapatkan haknya sebagai seorang yatim.
namun di akhir hayatnya, sang bibi menyadari kesalahannya. dan akhirnya tanah tersebut dijual ke salah satu mall di tempatnya senilai 900juta. dan dibagi untuk tiga bersaudara.
Maka pesan saya, "Jangan meremehkan penampilan."
