Etika Julalan
![]() |
| Sumber: singgihap28.wordpress.com |
Ya. Dalam jual beli kedua belah pihak harus sama-sama ridha. Ridha karena akad dan harga, dan juga ridha karena etika.
Buat apa bisa dapat untung berlimpah jika didapat dengan menyakiti orang lain. Buat apa berhasil closing kalau dengan cara memaksa. Bagaimana akan dapat keberkahan jika salah satu pihak merasa dikecewakan.
Maka, selain proses transakasi yang syar'i, dalam jual beli juga harus beretika. Ada adab yang harus dijaga. Jangan diabaikan.
Jangan sampai, bertanya pada penjual siapa suplayernya. Di mana belinya. Ini sering terjadi. Siapa penjual yang mau memberitahu sementara mendapatkannya saja dengan susah payah. Menanyakan bagaimana cara membuatnya padahal bisa jadi itulah resep rahasianya. Membandingkan dengan harga tetangga, padahal penjual sangat tidak suka jika dibanding-bandingkan. Jika ingin menawar, ya tawar saja. Tanpa perlu membandingkan. Sudah ambil gambar, nanya-nanya serius giliran order di tempat lain.
Dan masih banyak etika yang disepelekan oleh costumer. Yang sering membuat olshoper tersakiti hatinya. Jengkel tak terkendali. Ngamuk pada pasangannya. Kan jadi gawat kalau begitu.
Pun dengan seorang penjual. Juga banyak etika yang harus dijaga.
Jangan sampai ambil gambar desain orang lantas buka PO yang sesuai desain itu. Ini plagiat. Gak boleh.
Tidak jujur dalam transaksi. Baik terkait produk yang dijual maupun janji yang diberikan. Jika memang lagi ada halangan, kasih keterangan kapan dikirim. Jangan bilang segera padahal kenyataan sebaliknya.
Sengaja bilang produk ready agar costumer transfer terlebih dahulu baru kasih tahu kalau barangnya kosong. Bahkan yang parah, dikirim produk lain tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.
Enggan menerima komplain. Padahal sudah jelas jika ada masalah dalam produknya. Atau ada kesalahan dari pihak penjualnya.
Dan masih banyak lagi. Yang sering diabaikan oleh penjual. Terkhusus penjual online.
Pelanggaran etika terparah jika sudah masuk ke ranah transaksi dan khiyar. Yang berakibat tidak sahnya jual beli.
Jadi, terus berusaha menjaga etika. Mana yang sekiranya kurang berkenan tinggalkan. Mana yang merasa bikin pihak lain tersakiti jangan lakukan.
Jaga perasaan, dan jadikan bisnis kita didasari atas saling keridhaan. Bukan paksaan dan juga kekecewaan.
Selamat berbisnis.
Faqih Adz-Dzaky
