Bisnis Harus Ditekuni
Siang tadi, saya sempat bincang-bincang dengan teman. Ngobrolin masalah bisnis. Pasalnya, teman sy td ceritanya lagi kelola bisnis warisan. Warisan dr temannya. Ya ceritanya bagi hasil gitu.
"Gimana usahanya, lancar?" Selidikku.
Dia malah ketawa. Biasa, dia memang orang yg malah mudah ketawa. Gak lucu saja bisa ketawa.
"Ya begitulah." Jawabnya lesu. "Kalau capeknya baru lancar."
Aku tetap menyimak haru. Berbisnis itu tantangan. Apalagi masih proses membangun. Jadi bukan dikeluhkan, tapi diperjuangkan. Aku membatin.
"Paling tiap hari dapat untung 10-15 ribu. Belum lagi kita makan sendiri. Paling susah ngukurnya. Kadang ada yang kebesaran. Di situlah ruginya." Jelasnya panjang. Tapi tetap saja sambil ketawa.
"Itu sih bukan jualan namanya. Bikin buat sendiri." Aku menimpali.
"Bisnis itu yang penting diseriusi." Aku mulai ceramah. Pakai gaya motivator dikit.
"Kalau kita sudah siap serius, yang seperti itu bs diatasi. Yang menting mau belajar dan eksplorasi saja. Kl memang capek kl model gitu dan untungnya dikit, carilah yg model lain. Bikin cake misalnya. Kan tinggal pk mixer."
"Nah itu masalhnya. Kita gk bisa." Sangkalnya.
"Nggak bisa kan bisa belajar. Buat ujicoba. Kl dah sukses baru dijual. Intika kita mau serius ato gak. Gitu aja. Lah ini baru mulai dah ngeluh gitu. Bisnis itu dibangun. Bukan diciptakan. Dan mbangun itu butuh proses. Saya saja dulu pas awal2 mulai bisnis mutiara, kompetitor sedikit. Sekarang, asal punya pin bb sudah bisa jualan. Tapi di situlah tantangannya. Kl ingat masa lalu pas ngawali, saya ketawa sendiri. Masak supliyer saya, saya minta taruhin harga di setiap item barang yg ada di karalog. Padahal jualan mutiara gk kyk jualan baju." Saya kasih jeda sejenak. Dia tetap saja tertawa dan tersenyum. Emang dasarnya gitu.
"Dan jangan lupa tentukan segmen pasar. Cari kelas menengah ke atas. Biar gampang ngatur harga. Tapi ya itu tadi tantangannya, kemasan, tampilan dan rasa gak bisa asal2an. Tapi kembali ke semula. Kita mau serius ato gak. Membangun bisnis itu gak sebentar. Say tanya temen2 yang sudah sukses rata2 butuh 6 tahun untuk bisa stabil. Jadi kalau belum segitu, ya sabar. Dan terua berusaha. Temen saya di sumbawa yang punya bengkel, dulu sampai putus asa. Smp mau berhenti. Tapi sekarang dia sudah sukses. Ya tadi, katanya skitar 6 tahun baru bisa begitu." Dia menyimak takzim. Mendengarkan ocehan saya yang tak berujung. Hanya tertawa dan tersenyum.
"Jadi saya pesan, kalau memang sudah oke bisnis itu ya seriusin. Jangan setengah2. Karena nnt hasilnya juga setengah2. Kl memang bisnis kue-kue itu hanya dapat capek saja, buktinya s*r* roti, h*l*n, dll. Bisa besar." Iya manggut-manggut. Hingga akhirnya ngobrolin yang lain. Dan ia pamitan. Karena sudah hampir adzan.
#bisnisharusserius
#jangansetengahsetengah
#jangansetengahsetengah